Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Advertise here

Senin, 01 Juni 2015

Kisah Antara Aku dan Kamu

Unknown     12.00    

Kita sudah cukup lama saling mengenal, walau sesungguhnya aku masih tak terlalu paham dengan semua sifatmu.
Kamu mungkin tidak pernah sadar, setiap kata yang ku ucap padamu, di sela-sela canda kita, itu semua keluar dari hatiku. Tapi, aku hanya tak ingin kamu tahu, apa yang ku rasa. Aku berdusta padamu.
Kamu pun mungkin tidak pernah tahu, selama ini, entah sudah berapa kali aku diselimuti oleh rasa cemburu. Seharusnya aku tak boleh cemburu. Tapi banyak orang bilang, cemburu itu tanda cinta. Dan cinta tak kenal dengan siapa, kapan, dan dimana. Ya, kali ini aku setuju. Aku memang mencintaimu.
Saat kamu datang kepadaku dengan semua kisahmu, sedihmu, masalahmu, bahagiamu, keluh kesahmu, aku senantiasa bersedia mendengarkan semuanya. Semua ku lakukan tanpa terpaksa.
Kebersamaan kita kian lama kian erat. Hati kita kian lama kian menyatu.
Maaf jika tanpa sadar aku pernah menyakitimu atau bersikap acuh padamu. Aku hanya tak ingin kamu pergi disaat aku sudah merasa nyaman denganmu, dengan kondisi kita saat ini.
Inilah kisah antara aku dan kamu. Kisah yang belum memiliki ending. Kisah yang belum memiliki alur. Kisah yang selalu berjalan dan berubah seiring waktu.
Satu hal yang ku tahu dan takkan pernah berubah, rasa ini takkan pernah pudar.

Minggu, 31 Mei 2015

Sepi yang Selalu Menghantui

Unknown     05.41    

Lagi-lagi malam ini aku sendiri. Entah sudah berapa malam aku lalui dengan kesendirian. Rasa sepi yang selalu menyelimutiku seakan enggan untuk pergi meninggalkanku. Tapi, kamu ngga tahu.
Aku berusaha mencari kesibukan, apapun itu, sekedar untuk melupakanmu sejenak. Yaa usahaku berhasil, walaupun hanya mampu bertahan selama setengah jam. Alhasil, aku kembali larut dalam lamunanku. Dan kamu, tetap ngga tahu.
Sengaja aku menaruh handphoneku jauh disudut kamar. Berharap, aku tak ingin melihat handphone dan menerima kenyataan bahwa tak ada satupun sms masuk darimu. Tapi, itu pun tak bertahan lama. Ujung-ujungnya aku pun tetap mencari handphoneku dan kecewa, karena memang dugaanku benar, kamu tak mengabariku hari ini. Lagi-lagi, kamu tak tahu.
Sering aku larut dalam lamunan. Lamunan yang aku sendiri tak paham dengan apa yang ku pikirkan. Semakin dalam lamunan itu, semakin merajalela pula rasa sepi itu menjalar di pikiranku.
Aaahh tidaaakk.. Aku sudah tak tahan. Berbagai cara telah ku tempuh agar sepi ini tak lagi menghantuiku. Tapi usahaku selalu gagal.
Terkadang, rasa takut pun datang menghantuiku setiap malam. Aku tak pernah paham, apa yang sebenarnya aku takutkan. Setiap memikirkanmu, aku selalu merasa takut. Takut yang amat sangat besar. Seakan diri ini takut tuk kehilanganmu. Takut dirimu melupakanku. Takut dirimu menjauhiku.
Harusnya aku tak begini. Apa hakku atasmu? Beribu kali bahkan jutaan kali aku mengingatkan diriku untuk sadar, ada jarak diantara kita. Sedekat apapun kita, tetap saja jarak itu terbentang lebar diantara kita. Dapatkah kamu melihatnya? Atau kamu memang terlalu cuek untuk memperhatikannya?
Kamu mungkin ngga akan pernah tahu dan paham bagaimana rasanya jadi aku. Hari berganti hari, malam berganti malam, jam berganti jam, begitu seterusnya. Aku tetap dalam kesepian yang mendalam.
Semua senyum dan tawa lepasku hanya omong kosong belaka. Sekedar untuk menutupi semua yang ku rasa.
Ketahuilah,
Aku disini, tetap berdiri di tempat yang sama.
Dan saat kamu sudah merasa lelah dengan duniamu, kembalilah padaku.
Tangan dingin ini selalu terbuka,
untuk kamu yang selalu lupa denganku.

Sabtu, 30 Mei 2015

Sejarah Singkat Aku (baca: kucing)

Unknown     12.49    
Ceritanya lagi menatap masa depan haha

Ehem ehem...Tumben banget nih majikanku mau ngasih izin aku buat ikut posting di blognya. Biasanya juga kalau aku deket-deket komputernya dia, pasti langsung diusir. Eiitss jangan mikir negatif dulu yaaa..Dia gitu karena aku selalu ngga sengaja loncat tepat ke atas keyboard dan ngga tau deh tuh aku nginjek apaan, tiba-tiba komputer hang dan langsung mati (untungnya ngga meledak hehe).
Kebanyakan ngomong nih kayaknya, mumpung majikanku lagi bersihin pup aku, langsung aja deh kita kenalan yaaa..
Perkenalkan, namaku Juwita Kubochan, singkatan dari Juwita Kucing Bloon tapi Cantik. Biasanya sih majikanku yang cantik (bohong banget ini) memanggilku dengan panggilan Juwi atau Uwi. Aku adalah kucing jenis Persia medium, jadi yaa hidungku agak lebih mancung 0,00000001 cm dari hidung majikanku hahaha..
Aku lahir tanggal 25 Januari 2014, di sebuah rumah yang aku sendiri ngga tau alamatnya dimana. Yang aku tau, bapakku itu jenis kelaminnya cowo dan ibuku itu cewe. Ehh lupa, apa ketuker ya? Tau ah pusing aku. Aku ini anak ketiga dari tiga bersaudara. Saudaraku cewe semua, jadi kurang lebih semuanya sama cerewetnya kayak aku.
Awalnya, majikanku itu bukan majikan yang sekarang. Ngerti ngga? Apa?? Ngga ngerti? Aku jelasin yaa..
Jadi, majikanku yang dulu itu sohib banget nih sama majikanku yang sekarang. Kalau ngga salah sih mereka 3 tahun gitu jadi sobat di sekolahnya. Naaahh, pas umurku 3 bulan, aku di adopsi sama majikanku yang sekarang. Katanya sih aku jadi hadiah perpisahan mereka. Dan majikanku yang sekarang ngasih hadiah boneka kucing ke majikanku yang dulu. Gitu ceritanya. Udah paham kan?
Sekarang aku mau ceritain bagaimana kehidupanku setelah tinggal di rumah yang baru.
Aku sempat shock, karena aku pindah rumahnya tuh dimasukin ke kardus mie indomie. Gila kan? Pas dijalan saking keselnya aku langsung ngamuk, goyang sana goyang sini. Sampai akhirnya aku berhasil loncat keluar dan yang lebih parah lagi, motor yang dibawa sama majikanku ini lagi ngebut. Majikanku langsung berhenti dan banting setir alias banting motor. Dengan gesitnya dia tangkap aku. Mungkin dia tau kalau aku lagi panik, jadi dia langsung lepas jaketnya dan langsung bungkus badanku dengan jaket. Aku langsung diam. Dia rela kedinginan demi aku, yang cuma seekor kucing. So sweet ngga sih??
Pas nyampe di rumah baru, semua orang menyambutku dengan hangat. Aku sempat takut. Tapi majikanku langsung mendekapku perlahan tapi pasti, aku pun langsung tenang dibuatnya.
Malam pertama, aku sama sekali ngga bisa tidur. Aku bolak-balik, mondar-mandir kesana kemari, kayak orang kebelet gitu. Aku masih belum bisa beradaptasi dengan rumah baru. Entah berapa kali aku mengeong di telinga majikanku dan meloncat di atas perut dia. Kasian juga sih, dia jadi ikutan ngga bisa tidur gara-gara aku.
Keesokannya aku langsung bisa beradaptasi tuh di rumah baru. Aku dikasih sebuah kamar, lebih jelasnya kandang sih, yang di dalamnya lengkap dengan satu set tempat makan+minum, dan nampan untuk menampung pipisku. Naah, waktu itu aku dikasih susu sama adiknya majikan kalau ngga salah. Ngga tau deh tuh susu apaan, jadi yaa aku minum aja. Eh aku langsung diare. Majikanku panik. Akhirnya dia langsung browsing cari obat buat nyembuhin diareku. Ada sih obatnya, tapi harganya itu looohhh, mahal bangeeeettt!!! Akhirnya, dia pakai cara tradisional, yaitu merebus daun jambu biji. Kebetulan pohonnya ada di halaman rumah, jadi dia langsung ambil beberapa daun trus langsung direbus. Aku langsung dicekokin air rebusannya sama dia. Sumpah yaa itu paiiiiittttt banget. Tapi dalam seminggu, diareku sembuh. Ajaib banget kan? Mungkin karena efek sakit kali yaa, aku jadi rewel banget. Setiap perutku mendadak melilit, aku pasti mengeong, trus majikanku langsung ngelonin aku, bersihin pup aku, walaupun itu tuh udah tengah malem banget. Majikanku bener-bener sayang kayaknya sama aku.
Singkat cerita, sekarang umurku sudah 16 bulan. Udah tua ya? Sudah banyak cerita antara aku dan majikanku. Mulai dari nyenengin sampai yang nyebelin. Tapi aku tetep sayang sama dia. Coba aja aku bisa ngomong bahasa manusia, pasti asik ya bisa bicara langsung sama majikanku.
Oh ya, kalian tau ngga, aku ini masih jomblo loh. Sama kayak majikanku gituuu hahaha udah ah, kayaknya majikanku udah selesai bersihin pup aku deh. Udah dulu yaaa..Salam hangat dari aku ngeeooonngg...
Ada beberapa koleksi foto keceku:
Keren kan gayaku?
Ceritanya aku lagi galau.

Tetep cantik walau lagi tidur.

Andai Kamu Tahu

Unknown     11.27    





Andai kamu tahu, di kala aku merasa sepi, aku selalu menatap kosong pada layar handphoneku. Berharap kamu mengirimiku SMS, sekedar untuk menanyakan kabarku, atau hal-hal kecil lainnya.

Sering di kala aku merasa sepi, aku mengisi waktu luangku dengan menulis. Kamu mau tahu apa yang ku tulis? Aku menulis cerita tentang kita. Sebuah cerita yang ku rangkai indah sedemikian rupa, dan ku harap takkan pernah menemukan kata "TAMAT" di cerita kita.

Andai kamu tahu, di kala aku merasa sedih, aku hanya ingin kamu hadir. Tak perlu kamu datang menemuiku. Cukup hibur aku, mungkin lewat pesan singkatmu atau izinkan aku tuk mendengarkan suaramu lewat telepon. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku sejenak melupakan kesedihanku.

Andai kamu tahu, betapa khawatirnya aku saat kamu jatuh sakit. Ingin sekali aku menjagamu saat itu, tapi apa daya, aku tak punya nyali yang besar untuk melakukannya.

Andai kamu tahu, terkadang aku merasa lelah sendiri dengan keadaan ini. Entah aku yang terlalu lemah atau dirimu yang terlalu dingin. Kamu mungkin ngga akan bisa baca apa yang ku pikirkan, karena aku sudah mengkemas rapi semuanya dalam balutan senyum yang selalu ku berikan padamu.

Andai kamu tahu, tak pernah lelah diri ini tuk mendoakanmu dalam setiap shalatku. Berharap, kamu selalu dalam lindungan-Nya, dan berharap kamu mengerti perasaanku.

Andai kamu tahu, bahwa kamu sedang dicintai olehku sebegitu besarnya.
Ah...sudahlah. Aku lelah berandai-andai.
Entah sampai kapan aku akan seperti ini.
Aku hanya ingin kamu tahu..

Aku Suka Caramu

Unknown     11.03    
Aku suka caramu melihatku dari kejauhan.
Aku suka caramu tersenyum lepas saat kita bertemu.
Aku suka caramu menatap dalam mataku saat kita duduk berdua.
Aku suka dengan semua tawa candamu di sela-sela perbincangan kita.
Aku suka saat kamu dengan antusias mengajakku berbicara.
Aku suka saat kamu terbuka, bahkan untuk cerita yang ku pikir itu sangat rahasia, tapi kamu mau terbuka denganku yang bukan siapa-siapa kamu.
Aku suka caramu saat memberikan perhatian padaku, sekedar untuk mengingatkanku untuk makan dan tak pernah lupa untuk mengucapkan "selamat pagi" padaku.
Aku suka saat kamu bersedia untuk menungguku ketika aku harus kerja kelompok dulu.
Aku suka saat kamu begitu mengkhawatirkanku saat aku sakit atau harus pulang sendiri.
Aku suka saat kamu menyetujui rencanaku untuk membuat "Aset Masa Depan".
Aku suka saat kamu mau memberiku nasihat kecil untuk tidak tidur terlalu larut, walaupun aku sering menghiraukan nasihatmu itu.
Aku suka caramu menjagaku saat aku terlelap di angkot.
Yaa,,aku suka semua caramu :)
Terlepas dari itu semua, aku tetap menyadari posisi kita masing-masing.
Berharap, semua caramu memperlakukanku takkan pernah berubah.

Rabu, 20 Mei 2015

Semua Tentang Kalian

Unknown     09.19    
Hai hai, kenalin namaku Nisrina Kathinaya, akrabnya dipanggil Nay a.k.a Lele (panggilan kesayangan kelas Brave). Akhirnya setelah gelut sekian lama sama komputer, jadi juga nih blog pertamaku. Yaa mungkin isinya masih agak alay gimanaaa gitu yaa, tapi ngga apa-apa lah ya haha..
Di post pertama ini, aku mau ceritain tentang teman-teman seperjuangan selama kuliah.
Awal kenal itu pas lagi MOM. Kebetulan aku itu masuk ke gugus akhir, yaitu gugus orange. Disini aku ketemu orang-orang yang punya karakter beda-beda. Ada yang cerewet, ada yang diem, ada yang nyanyi mulu, macem-macemlah pokoknya. Hari pertama aja kita udah akrab, soalnya kita langsung ke kosannya Desi Sri Utami untuk membuat atribut MOM. Hari berikutnya, kedekatan, kekompakan, rasa kekeluargaan, sudah mulai muncul. Tapi, ada yang bikin sedihnya. Kita harus pisah karena kelasnya diacak lagi. Ku pikir, kami akan sekelas semua, ternyata tidak.
Jujur, aku masih belum bisa MOVE ON saat itu dari gugus orange. Kebetulan, aku, Putri Syalwa Pebriyana (panggil aja Puput), dan Rama Wijaya, satu kelas di kelas 1-Assertive. Untungnya ada temennya hehe jadi ngga kayak orang bego gitu :p
Awalnya sih masih belum bisa adaptasi sama kelas baru. Ngerasa ngga nyaman banget. Aku belajar buat membaca situasi kelas saat itu. Ada yang berisik, ada yang diem, ada yang bolak-balik keluar mulu kayak cacing kepanasan, ada yang nyanyi mulu, sungguhan pusing aku. Rasanya pengen cepet-cepet keluar dari ruang kelas usai pelajaran berakhir. Tapi, entah kenapa, justru aku makin lama makin nyaman dengan kondisi kelas seperti ini. Anak-anaknya asik, kompak, gokil. Kita tuh sering banget patungan buat beli jajanan di Koperasi, trus nanti dimakan bareng-bareng deh, lucu kalau diinget hehe
Oh ya, sekalian deh aku kenalin ya anggota kelas 1-Assertive yang bergabung dalam organisasi "Dulur Assertive" (disingkat DA).
Pertama ada ketua kelasku yang hobinya nyanyi lagu SNSD mulu, sebut aja dia Rakhmat Septian. Lalu ada cewe yang kata anak-anak dia itu "Congean", sebut aja dia Putri Syalwa Pebriyana. Trus ada anak bocah yang selalu bilang "Istimewa Men", namanya M Feggy Heriansyah. Ada juga cewe yang kalau ngomong suka mengeluarkan "Hujan" dari mulutnya haha, panggil aja dia Siti Hardianti. Ada lagi bapak penyuplai makanan di kelas, namanya Abdul Sodik. Ada cewe yang sensitif banget, namanya Euis Komala Dewi. Ada juga cewe yang pendiem, tapi pinter pelajaran agamanya, namanya Nita Dianitami. Trus ada "Duo Bohay", si Irda Agustya M dan Sofi Hanifah. Ada juga titisan Saiful Jamil, panggil aja dia Eva Nuryani. Ada lagi si mungil yang kalau ngomong selalu diakhiri huruf "H", contoh: "Eh Septiihh", panggil aja dia Emawati.Trus ada cowo paling macho di kelas, dia adalah Rahmatulloh Alamsyah. Ada lagi cowo yang pernah akting jadi Olga Syahputra, namanya Rahmat. Lalu, dua cewe yang namanya sama tapi karakternya beda, satu pendiem, satu lagi brutal, panggil aja mereka Della Amelia R dan Della Meisita. Ada juga cowo misterius yang suara langkah kakinya kenceng banget, panggil ada dia M Azfar Amir. Ada juga nih soulmatenya Emawati, yaitu si Ulfa Retno Septiani P. Ada juga cowo yang mukanya madesu (kata aku), namanya Rama Wijaya. Trus, ada cowo yang kalau presentasi selalu bilang "Jadi gini yak", sebut aja Raka Abi Wijaya. Ada lagi nih cowo yang kepalanya kayak sukro (maaf ya kak :p), panggil aja dia Adi Nur Agustriana. Trus ada cowo yang kumisnya sekseh bingiitss, namanya Fadly Cahyadi. Trus ada abangya Dian nih, pendiem juga orangnya, namanya M Saeful Bahri. Dan yang terakhir, ada cewe yang cerewetnya minta ampun, panggil aja dia Mainah Sari.
Banyak banget kenangan yang udah aku lewatin bareng mereka semua. Kami pun harus kehilangan 5 orang personil karena seleksi alam. Tapi itu tidak mengurangi kekompakan kami. Di awal cawu 2, kami harus kembali pisah kelas lagi. Sedih? Haha ngga usah ditanya, sedih banget. Tapi aku berusaha tegar *eeaaaa*
Sekarang aku ditempatin di kelas 2-Emphatic. Ya gejala awalnya sama sih, sulit beradaptasi. Tapi, lama-kelamaan, kelas ini rusuh juga loh. Anak-anaknya gokil-gokil, gila-gila, tapi asik, sungguhan. Yaa walaupun jujur, aku blum bisa MOVE ON dari kelas Assertive, tapi disini pun aku merasakan kehangatan yang mereka berikan padaku. Anak-anak Emphatic juga hobi banget tidur di rumah nenek. Kalau ada jam kosong atau pas lagi ngga ada dosen, pasti kita semua langsung tepar di lantai haha. Tapi, bener-bener ngga kerasa banget belajarnya. Perasaan teh baru masuk kemarin di kelas Emphatic, tau-tau sekarang udah cawu 3 lagi.
Oh ya, aku juga kenalin nih anggota kelas 2-Emphatic:
Mas Aji = Si galak, tapi baik kalau udah kenal mah.
Wafa = Paling lambat makannya, tapi enak diajak curhat.
Hani = Tukang tidur di kelas (kayak aku haha).
Mba Siska = Lope lope banget sama lagu India
Teh Reni = Suaranya khas banget, cengkok Sundamu itu loh.
Kak Dezis = Pendiem teuing.
Kak Ozay = Senyum mulu, ngga pernah liat kakak marah hehe
Heli a.k.a Mancaii = Orang Garut Asli
Sagita = Tukang nyoret tangan orang pake pulpen___-
Dimas = Penampung makanan di kelas Emphatic
Teh Ai = Bisa dibilang Ratunya Excel di kelas Emphatic
Frina = Dewanya Structure haha
Kak Fadly = Dingin, flat banget
Mba Hani = Ibunya kelas Emphatic
Uwi = Suka bikin orang ketawa di kelas
Kak Epul = Selalu makan pake tangan, ngga pernah liat dia pake sendok
Vinny = Gesit banget kalau nagihin uang kas haha
Cacan = Rajanya Excel di kelas Emphatic
Kak Adi = Alhamdulillah udah ngga menel lagi (ngga kayak cawu 1 haha)
Teh Nenih = Ayuuuuu banget, suaranya kencengin lagi ya teh hehe
Kekompakan kami dibuktikan saat kami menang di acara Class Meeting tempo lalu. Sejujurnya, itu tanpa latihan, cuma dikasih arahan sama Mas Aji, dan "tepuk tangan Goib" di belakang panggung juga ngga disengaja sama kita. Tapi Alhamdulillah, kelas kami menang yeeaayyyy!!!!
Lagi-lagi, harus kehilangan personil lagi di kelas. Sedih banget rasanya :(
Sekarang, aku ada di kelas 3-Brave. Belum ada cerita sih, soalnya baru masuk minggu ke-3 di kelas baru ini. Mudah-mudahan kelasnya bisa kompak, nyaman, asik, gokil, seru, dan semoga Best Student cawu 3 ini berasal dari kelas 3-Brave, Aamiin Ya Allah..
Udah ah cape ngetiknya kepanjangan kayaknya. Tunggu ceritaku selanjutnya yaaa.
See ya :) :)
2-Emphatic di Kosan Mancaii merayakan kemenangan

2-Emphatic

Pembagian KHS Cawu 1 w/ 1-Assertive

1-Assertive di Rumah Kak Sodik

About us

Common

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 Catatan Kecilku... Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .