Lagi-lagi malam ini aku sendiri. Entah sudah berapa malam aku lalui dengan kesendirian. Rasa sepi yang selalu menyelimutiku seakan enggan untuk pergi meninggalkanku. Tapi, kamu ngga tahu.
Aku berusaha mencari kesibukan, apapun itu, sekedar untuk melupakanmu sejenak. Yaa usahaku berhasil, walaupun hanya mampu bertahan selama setengah jam. Alhasil, aku kembali larut dalam lamunanku. Dan kamu, tetap ngga tahu.
Sengaja aku menaruh handphoneku jauh disudut kamar. Berharap, aku tak ingin melihat handphone dan menerima kenyataan bahwa tak ada satupun sms masuk darimu. Tapi, itu pun tak bertahan lama. Ujung-ujungnya aku pun tetap mencari handphoneku dan kecewa, karena memang dugaanku benar, kamu tak mengabariku hari ini. Lagi-lagi, kamu tak tahu.
Sering aku larut dalam lamunan. Lamunan yang aku sendiri tak paham dengan apa yang ku pikirkan. Semakin dalam lamunan itu, semakin merajalela pula rasa sepi itu menjalar di pikiranku.
Aaahh tidaaakk.. Aku sudah tak tahan. Berbagai cara telah ku tempuh agar sepi ini tak lagi menghantuiku. Tapi usahaku selalu gagal.
Terkadang, rasa takut pun datang menghantuiku setiap malam. Aku tak pernah paham, apa yang sebenarnya aku takutkan. Setiap memikirkanmu, aku selalu merasa takut. Takut yang amat sangat besar. Seakan diri ini takut tuk kehilanganmu. Takut dirimu melupakanku. Takut dirimu menjauhiku.
Harusnya aku tak begini. Apa hakku atasmu? Beribu kali bahkan jutaan kali aku mengingatkan diriku untuk sadar, ada jarak diantara kita. Sedekat apapun kita, tetap saja jarak itu terbentang lebar diantara kita. Dapatkah kamu melihatnya? Atau kamu memang terlalu cuek untuk memperhatikannya?
Kamu mungkin ngga akan pernah tahu dan paham bagaimana rasanya jadi aku. Hari berganti hari, malam berganti malam, jam berganti jam, begitu seterusnya. Aku tetap dalam kesepian yang mendalam.
Semua senyum dan tawa lepasku hanya omong kosong belaka. Sekedar untuk menutupi semua yang ku rasa.
Ketahuilah,
Aku disini, tetap berdiri di tempat yang sama.
Dan saat kamu sudah merasa lelah dengan duniamu, kembalilah padaku.
Tangan dingin ini selalu terbuka,
untuk kamu yang selalu lupa denganku.


0 komentar :